PRETEST-2
1. Subsistem output manufaktur yang mengukur volume kegiatan produksi pada saat bahan mentah diproses menjadi barang jadi adalah:
d. Subsistem persediaan
2. Pada sistem informasi manufaktur yang mengumpulkan data kegiatan pekerja manufaktur dan sumber daya mesin ketika bahan baku diubah menjadi produk akhir adalah:
c. Sistem informasi akuntansi
3. Subsistem output manufaktur yang mengukur waktu dengan menelusuri arus kerja dari satu langkah ke langkah berikutnya adalah:
b. Subsistem produksi
4. Pada sistem informasi manufaktur, subsistem yang menjelaskan operasi manufaktur internal adalah:
d. Subsistem industrial engineering
5. Pada sistem informasi manufaktur, aplikasi yang digunakan untuk sistem produk fisik dan konseptual adalah:
d. CIM ( Computer Integrated- Manufacturing)
POSTEST-2
1. Metode dengan pendekatan proaktif yang mengidentifikasi material yang akan diperlukan, jumlah material, dan tanggal yang diperlukannya adalah:
a. MRP( Material Requirements Planning)
2. Pada subsistem Persediaan, metode untuk menyeimbangkan biaya pemeliharaan dan pembelian serta mengidentifikasi biaya kombinasi terendah adalah:
c. EOQ (Economic Order Quantity)
3. Kegiatan yang dilakukan pada subsistem intelijen manufaktur adalah:
a. Mengumpulkan data pemasok dan serikat pekerja
4. Pada subsistem Persediaan, metode untuk menyeimbangkan biaya penyimpanan persediaan dengan biaya ketidak efisienan produksi adalah:
b. EMQ (Economic Manufacturing Quantity)
5. Subsistem kualitas pada sistem informasi manufaktur mengukur kualitas pada saat:
c. Mulai dari bahan mentah diterima sampai barang jadi
sumber :
http://xaxakenzie.blogspot.com/
Rabu, 26 Mei 2010
Jumat, 16 April 2010
Mengenal PHP Script
PHP adalah bhasa pemograman Open Source yang digunakan secara luas, terutama untuk pengembangan web. Keuntungan menggunakan PHP adalah PHP Script dapat dipejari dengan mudah bagi pemula karena script-nya yang sederhana, namun demikian banyak fitur tambahan yang dapat digunakan bagi para programmer profesonal, ditambah dengan dukungan database MYSQL Anda akan dapat membangun web yang dinamis.
Untuk membuat progam menggunakan Script PHP, diperlukan perangkat sebagai berikut :
Untuk membuat progam menggunakan Script PHP, diperlukan perangkat sebagai berikut :
- Editor teks atau web development tool seperti Notpad, PHPed, Ultra Edit, Dreamweaver , atau yang lain.
- Untuk menampilkan atau melihat dan melakukan pengujian script PHP diperlukan web Browser (Seperti : Internet Explorer, Netscape Navigator, Mozilla atau yang lainnya.
- Server Web yang mendukung PHP (seperti : Apache, IIS)
Beberapa kelebihan yang dimiki oleh PHP antara lain adalah :
- Script PHP sederhana, mudah dibuat dan mempunyai kecepatan akses yang tinggi
- Dapat berjalan dalam server web yang berbeda dan dalam system operasi yang berbeda . PHP dapat berjalan pada system operasi Linux / Unix , Windows dan Macintosh
- Bersifat Open Source sehingga dapat digunakan secara gratis
- Dapat berjalan pada server web Microsoft Personal Web, Apache, IIS , Xitami dan sebagainya
- Termasuk bahasa yang embedded (bisa ditempel atau diletakan dalam tag HTML)
Sabtu, 10 April 2010
Konsep Dasar Pemograman Web
WEB STATIS
Yang dimaksud dengan WEB Statis adalah halaman web yang menampilkan informasi – informasi bersifat statis (tetap), karena pengguna tidak dapat berinteraksi langsung dengan halaman web tersebut. Jika dilihat dari tampilannya halaman web tersebut hanya berhubungan dengan halaman – halaman web lainnya yang menampilkan informasi – informasi tetap. Interaksi pengguna hanya terbatas dapat melihat informasi – informasi yang ditampilkan, tetapi tidak dapat mengolah informasi yang dihasilkan. Web statis ini biasanya merupakan dokumen HTML yang ditulis dengan menggunakan editor teks dan disimpan dalam bentuk file .html .htm.
WEB DINAMIS
Web dinamis adalah web yang dapat menampilkan informasi dan penggunaanya dapat berinteraksi langsung untuk mendapatkan informasi sesuai dengan kebutuhan yang tersedia. Dengan demikian pengguna dapat memilah dan memilih informasi sesuai dengan kebutuhannya saja. Pada umumnya web dinamis seperti ini menyediakan informasi yang ditampilkan dalam bentuk fom yang dapat diisi oleh pengguna sehinga berdasarkan isi dari form tersebut, akan ditampilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Pada dasarnya konsep pemograman web terdiri dari dua kategori, yaitu pemograman Server Side dan Client Side . Pada pemograman Server Side, perintah – perintah program (Script) dijalankan di server web, setelah diproses hasilnya akan dikirim ke browser dalam bentuk HTML biasa. Sedangkan pada Client Side, perintah program dijalankan pada browser web sehingga ketika klien meminta dokumen script maka script dapat didownload dari server kemudian dijalankan pada browser yang bersangkutan.
WEB SERVER SIDE
Program web yang tergolong Server Side antara lain : CGI/Perl,ASP (Active Server Pages), JSP (Java Server Pages), PHP, CFM (Cold Fussion), hasil parsing dari script pemograman Server Side ( missal ASP dan PHP) yang berupa HTML dari server web dapat dilihat dengan pemilihan menu View> Source Code, Pada Source Code yang ditampilkan bukan merupakan Script program yang dituliskan, melainkan hasil dari proses yang telah dilakukan oleh web server, karena script hanya diproses di server web dan hasilnya dikembalikan dalam bentuk tag –tag HTML yang kemudain ditampilkan pada browser.
Yang dimaksud dengan WEB Statis adalah halaman web yang menampilkan informasi – informasi bersifat statis (tetap), karena pengguna tidak dapat berinteraksi langsung dengan halaman web tersebut. Jika dilihat dari tampilannya halaman web tersebut hanya berhubungan dengan halaman – halaman web lainnya yang menampilkan informasi – informasi tetap. Interaksi pengguna hanya terbatas dapat melihat informasi – informasi yang ditampilkan, tetapi tidak dapat mengolah informasi yang dihasilkan. Web statis ini biasanya merupakan dokumen HTML yang ditulis dengan menggunakan editor teks dan disimpan dalam bentuk file .html .htm.
WEB DINAMIS
Web dinamis adalah web yang dapat menampilkan informasi dan penggunaanya dapat berinteraksi langsung untuk mendapatkan informasi sesuai dengan kebutuhan yang tersedia. Dengan demikian pengguna dapat memilah dan memilih informasi sesuai dengan kebutuhannya saja. Pada umumnya web dinamis seperti ini menyediakan informasi yang ditampilkan dalam bentuk fom yang dapat diisi oleh pengguna sehinga berdasarkan isi dari form tersebut, akan ditampilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Pada dasarnya konsep pemograman web terdiri dari dua kategori, yaitu pemograman Server Side dan Client Side . Pada pemograman Server Side, perintah – perintah program (Script) dijalankan di server web, setelah diproses hasilnya akan dikirim ke browser dalam bentuk HTML biasa. Sedangkan pada Client Side, perintah program dijalankan pada browser web sehingga ketika klien meminta dokumen script maka script dapat didownload dari server kemudian dijalankan pada browser yang bersangkutan.
WEB SERVER SIDE
Program web yang tergolong Server Side antara lain : CGI/Perl,ASP (Active Server Pages), JSP (Java Server Pages), PHP, CFM (Cold Fussion), hasil parsing dari script pemograman Server Side ( missal ASP dan PHP) yang berupa HTML dari server web dapat dilihat dengan pemilihan menu View> Source Code, Pada Source Code yang ditampilkan bukan merupakan Script program yang dituliskan, melainkan hasil dari proses yang telah dilakukan oleh web server, karena script hanya diproses di server web dan hasilnya dikembalikan dalam bentuk tag –tag HTML yang kemudain ditampilkan pada browser.
Minggu, 04 April 2010
Organisasi Sistem Berkas
Anggota:
Lucky Rahmadeni :50408961
Handi :50408410
Arry Ardiantara :50408163
Yugi Safari Nurhakim :50408890
- Hash Table
Idealnya fungsi hash harus memetakan setiap tombol untuk indeks slot yang berbeda, tapi ini jarang dicapai dalam praktek (kecuali tombol hash tetap; entri baru yaitu tidak pernah ditambahkan ke tabel setelah penciptaan). Kebanyakan desain tabel hash berasumsi bahwa "hash collisions" (pasang kunci yang berbeda dengan nilai hash yang sama) adalah normal dan harus diakomodasi dalam beberapa cara.
Dalam tabel hash dimensioned, baik biaya rata-rata (jumlah instruksi ) untuk setiap pencarian independen dari jumlah elemen yang tersimpan dalam tabel. Banyak desain tabel hash juga memungkinkan insersi sewenang-wenang dan penghapusan dari-nilai pasangan kunci, pada rata-rata konstan.
Dalam banyak situasi, tabel hash ternyata lebih efisien daripada pohon pencarian atau lainnya tabel struktur lookup. Untuk alasan ini, Hash table banyak digunakan di berbagai jenis komputer perangkat lunak , terutama untuk array asosiatif , pengindeksan database , cache , dan set .
tabel Hash seharusnya tidak akan membuat kita bingung dengan daftar hash dan pohon hash digunakan dalam kriptografi dan transmisi data .
- Key-to-address Transformation Methods
- Dalam menyimpan dan mengambil data dalam dan dari lokasi memori di komputer dengan pengalamatan langsung dimana komputer memberikan data ke spesifik lokasi memori eksternal berasal dari data karakter kunci, metode ini terdiri dari (Data) menyimpan sebagai array dalam memori komputer meja unordered n karakter kunci dengan menggunakan modul program, n merupakan nomor data karakter kunci yang tersedia untuk data, setiap data karakter kunci yang secara acak ke posisi yang berbeda dalam array, masing-masing karakter data kunci memiliki posisi yang unik dalam array.
- Mengakses posisi nomor dalam array data karakter pertama kunci numerik menggunakan setara unik dan modul panggilan.
- Menggunakan setara numerik dari karakter baru pada nomor posisi dalam array, menerjemahkan data karakter kunci dahulu lalu ke yang lain lagi, karakter yang lebih acak, dengan transformasi kunci-ke-alamat menggunakan modul hashing.
- Iteratif menerjemahkan setiap data karakter kunci menjadi karakter acak baru dengan menggunakan modul menelepon, modul hashing, dan langkah-langkah (2) dan (3).
- Memilih setiap karakter acak baru dan karakter yang berdekatan dalam array dengan operasi di modul hashing untuk membentuk setara numerik komposit untuk setiap data karakter kunci.
- Menggabungkan dan scaling karakter komposit sehingga setara numerik diperoleh dengan menggunakan operasi yang telah ditentukan untuk menghasilkan alamat memori data, dan
- Menyimpan dan mengambil data dalam dan dari alamat data memori dengan menggunakan modul pemanggilan.
- Direct Addressing Techniques
- Randomizing Technique
- Hashing
- Nilai key yang sebenarnya dapat dipakai karena diterjemahkan kedalam sebuah alamat.
- Nilai key adalah address space independent bila berkas direorganisasi, fungsi hash berubah tetapi nilai key tetap.
- Membutuhkan waktu proses dalam mengimplementasikan fungsi hash.
- Membutuhkan waktu proses dan akses I/O dalam mengatasi benturan.
- Distribusi nilai key yang dipakai.
- Banyaknya nilai key yang dipakai relatif terhadap ukuran dari ruang alamat.
- Banyaknya record yang dapat disimpan pada alamat tertentu tanpa menyebabkan benturan.
- Teknik yang dipakai untuk mengatasi benturan.
- Division Remainder
- Mid Square
- Folding
- Division Remainder
- Jangkauan dari nilai key yang dihasilkan dari opersi KEY MOD DIV adalah 0 sampai DIV-1. Nilai dari DIV menentukan ukuran "relatif address space". Jika diketahui berkas relatif terdiri dari N record dan dianggap hanya satu record dapat disimpan dalam sebuah alamat relatif, maka akan didapat DIV > N.
- Pembagi harus diseleksi untuk mengurangi benturan. Penyelidikan menunjukkan bahwa pembagi yang berupa bilangan genap akan cenderung jelek, terutama dengan nilai key-nya yang dominan ganjil.
- Menurut riset dari W.Buchholz, sebaiknya pembagi itu merupakan bilangan prima. Tetapi riset lain dari V.Y.Lum, menyatakan pembagi yang bukan bilangan prima akan memberikan hasil yang sama baik seperti bilangan prima.
- Menurut pendapatnya, bukan bilangan prima yang mempunyai faktor prima kurang dari 20 akan dapat memberikan jaminan penampilan yang lebih baik.
- Walaupun kita telah menentukan pembagi dengan baik untuk mengatasi benturan, bila ruang alamat dari berkas relatif mendekati penuh, maka peluang terjadinya benturan akan meningkat.
- Mid Square Hashing
- Hashing by folding
- Perbandingan Fungsi Hash
- Teknik Division Remainder memberikan penampilan yang terbaik secara keseluruhan.
- Teknik Mid Square dapat dipakai untuk file dengan load factor cukup rendah akan memberikan penampilan baik tetapi kadang-kadang dapat menghasilkan penampilan yang buruk dengan beberapa collision.
- Teknik folding adalah teknik yang paling mudah dalam perhitungan tetapi dapat memberikan hasil yang salah, kecuali panjang nilai key = panjang address.
- Scatter Storage
Organisasi Sistem Berkas
Anggota:
Lucky Rahmadeni :50408961
Handi :50408410
Arry Ardiantara :50408163
Yugi Safari Nurhakim :50408890
- Hash Table
Idealnya fungsi hash harus memetakan setiap tombol untuk indeks slot yang berbeda, tapi ini jarang dicapai dalam praktek (kecuali tombol hash tetap; entri baru yaitu tidak pernah ditambahkan ke tabel setelah penciptaan). Kebanyakan desain tabel hash berasumsi bahwa "hash collisions" (pasang kunci yang berbeda dengan nilai hash yang sama) adalah normal dan harus diakomodasi dalam beberapa cara.
Dalam tabel hash dimensioned, baik biaya rata-rata (jumlah instruksi ) untuk setiap pencarian independen dari jumlah elemen yang tersimpan dalam tabel. Banyak desain tabel hash juga memungkinkan insersi sewenang-wenang dan penghapusan dari-nilai pasangan kunci, pada rata-rata konstan.
Dalam banyak situasi, tabel hash ternyata lebih efisien daripada pohon pencarian atau lainnya tabel struktur lookup. Untuk alasan ini, Hash table banyak digunakan di berbagai jenis komputer perangkat lunak , terutama untuk array asosiatif , pengindeksan database , cache , dan set .
tabel Hash seharusnya tidak akan membuat kita bingung dengan daftar hash dan pohon hash digunakan dalam kriptografi dan transmisi data .
- Key-to-address Transformation Methods
- Dalam menyimpan dan mengambil data dalam dan dari lokasi memori di komputer dengan pengalamatan langsung dimana komputer memberikan data ke spesifik lokasi memori eksternal berasal dari data karakter kunci, metode ini terdiri dari (Data) menyimpan sebagai array dalam memori komputer meja unordered n karakter kunci dengan menggunakan modul program, n merupakan nomor data karakter kunci yang tersedia untuk data, setiap data karakter kunci yang secara acak ke posisi yang berbeda dalam array, masing-masing karakter data kunci memiliki posisi yang unik dalam array.
- Mengakses posisi nomor dalam array data karakter pertama kunci numerik menggunakan setara unik dan modul panggilan.
- Menggunakan setara numerik dari karakter baru pada nomor posisi dalam array, menerjemahkan data karakter kunci dahulu lalu ke yang lain lagi, karakter yang lebih acak, dengan transformasi kunci-ke-alamat menggunakan modul hashing.
- Iteratif menerjemahkan setiap data karakter kunci menjadi karakter acak baru dengan menggunakan modul menelepon, modul hashing, dan langkah-langkah (2) dan (3).
- Memilih setiap karakter acak baru dan karakter yang berdekatan dalam array dengan operasi di modul hashing untuk membentuk setara numerik komposit untuk setiap data karakter kunci.
- Menggabungkan dan scaling karakter komposit sehingga setara numerik diperoleh dengan menggunakan operasi yang telah ditentukan untuk menghasilkan alamat memori data, dan
- Menyimpan dan mengambil data dalam dan dari alamat data memori dengan menggunakan modul pemanggilan.
- Direct Addressing Techniques
- Randomizing Technique
- Hashing
- Nilai key yang sebenarnya dapat dipakai karena diterjemahkan kedalam sebuah alamat.
- Nilai key adalah address space independent bila berkas direorganisasi, fungsi hash berubah tetapi nilai key tetap.
- Membutuhkan waktu proses dalam mengimplementasikan fungsi hash.
- Membutuhkan waktu proses dan akses I/O dalam mengatasi benturan.
- Distribusi nilai key yang dipakai.
- Banyaknya nilai key yang dipakai relatif terhadap ukuran dari ruang alamat.
- Banyaknya record yang dapat disimpan pada alamat tertentu tanpa menyebabkan benturan.
- Teknik yang dipakai untuk mengatasi benturan.
- Division Remainder
- Mid Square
- Folding
- Division Remainder
- Jangkauan dari nilai key yang dihasilkan dari opersi KEY MOD DIV adalah 0 sampai DIV-1. Nilai dari DIV menentukan ukuran "relatif address space". Jika diketahui berkas relatif terdiri dari N record dan dianggap hanya satu record dapat disimpan dalam sebuah alamat relatif, maka akan didapat DIV > N.
- Pembagi harus diseleksi untuk mengurangi benturan. Penyelidikan menunjukkan bahwa pembagi yang berupa bilangan genap akan cenderung jelek, terutama dengan nilai key-nya yang dominan ganjil.
- Menurut riset dari W.Buchholz, sebaiknya pembagi itu merupakan bilangan prima. Tetapi riset lain dari V.Y.Lum, menyatakan pembagi yang bukan bilangan prima akan memberikan hasil yang sama baik seperti bilangan prima.
- Menurut pendapatnya, bukan bilangan prima yang mempunyai faktor prima kurang dari 20 akan dapat memberikan jaminan penampilan yang lebih baik.
- Walaupun kita telah menentukan pembagi dengan baik untuk mengatasi benturan, bila ruang alamat dari berkas relatif mendekati penuh, maka peluang terjadinya benturan akan meningkat.
- Mid Square Hashing
- Hashing by folding
- Perbandingan Fungsi Hash
- Teknik Division Remainder memberikan penampilan yang terbaik secara keseluruhan.
- Teknik Mid Square dapat dipakai untuk file dengan load factor cukup rendah akan memberikan penampilan baik tetapi kadang-kadang dapat menghasilkan penampilan yang buruk dengan beberapa collision.
- Teknik folding adalah teknik yang paling mudah dalam perhitungan tetapi dapat memberikan hasil yang salah, kecuali panjang nilai key = panjang address.
- Scatter Storage
Langganan:
Postingan (Atom)